Iklan

Rekonstruksi Kematian Bocah di Panincong: 21 Adegan Ungkap Dugaan Kekerasan Ayah Tiri

Kamis, 11 Desember 2025, Desember 11, 2025 WIB Last Updated 2025-12-11T01:27:48Z
Soppeng — Asatu.my.id
Rekonstruksi kasus kematian seorang anak lelaki, Muhammad Al Fakhri (11), yang ditemukan meninggal di area perkebunan Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, pada Rabu (10/12), resmi digelar oleh pihak kepolisian.

Rekonstruksi tersebut memeragakan 21 adegan, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra, disaksikan penyidik, Jaksa Penuntut Umum (JPU), keluarga korban, serta masyarakat yang memadati lokasi.

AKP Dodie Ramaputra menjelaskan bahwa peristiwa tragis itu berawal pada Minggu (5/10), saat korban bersama ayah tirinya berada di kebun. Korban diketahui memanjat dan menebang bagian tengah sebuah pohon.

> “Saat batang pohon terpotong, bagian atasnya jatuh dan menimpa dada korban. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Batu-Batu, namun dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kasat Reskrim.

Namun, setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian menerima laporan tambahan terkait dugaan kekerasan yang kerap diterima korban dari ayah tirinya yang berinisial ASS.

> “Dari hasil penyelidikan dan bukti yang kami kumpulkan, penyidik akhirnya menetapkan ASS sebagai tersangka,” tegas AKP Dodie.

Tersangka ASS dijerat Pasal 80 ayat (1), (3), (4) jo Pasal 76C UU Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara.

Komentar

Tampilkan

  • Rekonstruksi Kematian Bocah di Panincong: 21 Adegan Ungkap Dugaan Kekerasan Ayah Tiri
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan